Klasifikasi: NONE
Total Item: 1
Tersedia: 1
Dipinjam: 0
Pasien yang mengalami kegawatdaruratan harus segera mendapatkan
penanganan secara tepat, cermat, dan cepat. Penanganan yang tidak tepat
akan menyebabkan terjadinya kematian atau kecacatan pada pasien. Angka
kematian pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) terutama di negara
berkembang masih tinggi (Obermeyer et al., 2015). Bahkan di Amerika Serikat,
studi yang dilakukan Olsen menunjukkan angka kematian pasien yang
dirawat di IGD meningkat sampai 26% dalam kurun waktu tahun 1998–2000
(Olsen et al., 1998). Penyebab kematian terbanyak di IGD antara lain penyakit
jantung, trauma, cerebrovascular attact (CVA), dan sepsis (Alimohammadi et al.,
2014; Limantara et al., 2013). Mortalitas pasien yang dirawat di IGD dipengaruhi
faktor usia, kondisi klinis pasien saat tiba di IGD, dan manajemen terapi yang
diberikan (Limantara et al., 2013). Lama perawatan dan lama waktu tunggu
pasien sebelum dipindah ke ruang perawatan atau ke ICU dan ramainya
pasien yang dirawat di UGD dikaitkan juga dengan meningkatnya mortalitas
pasien IGD (Singer et al., 2011; Bernstein et al., 2009). Manajemen kegawatan
yang tepat pada pasien yang dirawat di IGD tidak hanya menurunkan
mortalitas atau morbiditasnya tetapi dapat menurunkan biaya perawatan
dan lama perawatan di rumah sakit (Huang, 2004).
| No. | Kode Item | Jenis Bahan | Lokasi | No. Panggil | Status |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | P00041S | - | RAK KESEHATAN MASYARAKAT | - | Tersedia |